Minggu, 09 Januari 2011

Korelasi antara Perilaku Agresif dengan Kecerdasan Emosi,,,



     Agresifitas adalah istilah umum yang dikaitkan dengan adanya perasaan - perasaan marah atau permusuhan atau tindakan melukai orang lain baik dengan tindakan kekerasan secara fisik, verbal, maupun menggunaka ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang mengancam atau merendahkan.

      Contohnya pada para remaja, kecerdasan emosi sangat mempengaruhi cara berpikir mereka .Pengelolaan kecerdasan emosi sangat diperlukan oleh remaja, sebab agresifitas sering muncul secara spontan.Hal ini disebabkan karena pada usia remaja, sedang mengalami masa transisi pada perubahan fisik dan psikologisnya akan mempengaruhi kondisi emosinya.kecerdasan emosi dapat diartikan sebagai kemampuan mengolah atau mengendalikan emosi agar tidak melumpuhkan kemampuan berpikir kritis. Kecerdasan emosi memegang peranan penting dalam menbangun hubungan interpersonal yang baik terhadap lingkungan.


      Dengan demikian, kemampuan empati pada remaja juga dapat membantu kecerdasan emosi dalam berinteraksi.karena dengan cara ini, para remaja dapat membaca perasaan orang lain dan memahami perbedaan dari setiap individu.Dan apabila sesorang pandai menyesuaikan diri dengan individu lain, maka ia akan memliki tingkat emosional yang baik sehingga akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial.

Rabu, 27 Oktober 2010

Jumpa lagi dengan "Pembelajaran E-learning" ^_^


A. Pengertian E-Learning
     Banyak pakar yang menguraikan definisi e-learning dari berbagai sudut pandang. Definisi yang sering digunakan banyak pihak adalah sebagai berikut:
a.E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001].
b. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone [LearnFrame.Com, 2001]
E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri).

Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :
  • Pembelajaran jarak jauh
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
  • Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas.
  • Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri).

dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat belajar aktif.Mengapa mahasiswa perlu untuk belajar aktif ??
ada tiga alasan mengapa belajar aktif perlu diterapkan:
1. Karakteristik Siswa.
- Rasa ingin tahu yang merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap kritis
- Imajinasi yang merupakan modal berfikir dan berperilaku kreatif
2. Hakikat belajar
Belajar adalah proses menemukan dan membangun makna/pengertian oleh si pembelajar terhadap informasi dan pengalaman yang disaring melalui persepsi, pikiran, dan perasaan si pembelajar. Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru. Pengetahuan dibangun sendiri oleh si pembelajar.
3. Karakteristik lulusan yang dikehendaki.
Agar mampu bertahan dan berhasil dalam hidup, lulusan yang diinginkan adalah generasi yang:
- Peka (berarti berpikir tajam, kritis, dan tanggap terhadap pikiran dan perasaan orang lain)
- Mandiri (berarti berani dan mampu bertindak tanpa selalu tergantung pada orang lain), dan
- Bertanggung jawab berarti siap menerima akibat dari keputusan dan tindakan yang diambil

Selain dari pada itu, adapun pengaruh terhadap mahasiswa dari sisi psikologis sangatlah besar. Hal ini dapat dilihat dari adanya motivasi, disiplin diri dan emosi..
   *Motivasi itu sendiri dapat di artikan sebagai pendorong individu untuk memulai suatu aktivitas. Dalam pembelajaran e-learning ini, mahasiswa harus memiliki motivasi yang cukup kuat dalam berusaha mendapatkan informasi dalam proses belajarnya.
   *Disiplin diri, dalam pembelajaran e-learning sesungguhnya mahasiswa telah diberikan kebebasan untuk memilih cara belajar seperti apakah yang dapat membuatnya nyaman. Namun mahasiswa juga tetap harus memperhatikan kedisiplinannya untuk mengikuti proses belajar dengan baik dan konsisten.
   *Emosi kerap kali muncul ketika mahasiswa merasakan mendapat kesulitan dalam proses pembelajaran e-learning.hal ini yang dapat menyebabkan mahasiswa merasa frustasi dengan adanya emosi negatif yang dapat mengurangi motivasi belajarnya.Akan tetapi emosi positif sangat dibutuhkan, mahasiswa harus mengadaptasikan dirinya denga proses e-learning sehingga mahasiswa akan menjadi antusias.

Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya :
• menghemat waktu proses belajar mengajar,
• mengurangi biaya perjalanan,
• menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku),
• menjangkau wilayah geografis yang lebih luas,
• melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

sumber : http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2004/0217/man01.html

Rabu, 13 Oktober 2010

Aliran pada psikologi

Strukturalisme :  Tumbuh berdasarkan gagasan dari Wilhem Wundt.
Tujuan dari aliran ini : Menemukan unit2 atau elemen2 yang membangun pikiran.karna menurutnya, bahwa tugas dari psikolog adalah “ meneliti dan mempelajari proses dasar kesadaran manusia (yang berupa pengalaman langsung) serta kombinasi2nya dan hubungan2nya.”
Fungsionalis : Dipengaruhi oleh Wlliam James (psikolog dr Harvard)
Fungsional mempelajari “psikis tidak bertitik tolak pada komposisi atau struktur mental yang terdiri dari elemen”, tapi dari proses mental yang mengarah ke akibat” yang praktis.”
Behaviorisme :  diprakarsai o/ J.B wattson..
teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan.Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.
Kogntif : dikembangkan oleh Jean Piaget,,Psikologi kognitif mempelajari tentang cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi.
Psikoanalisa : tokohnya Sigmund Freud..dia mngemukakan bahwa “kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan adalah hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari permunculan dalam perlakuan dan pikiran.
Humanistik : tokohnya Abraham Maslow..  psikologi humanistik  adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia.
Gestalt :  tokohnya Woifgang Kohler, Kurt Koffka, Max wertchim .aliran ini berasal dari Jerman. Gestalt itu sendiri adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola dan struktur.

Senin, 11 Oktober 2010

Pintaku pada TUHAN..,,”…”

Tuhan, jika KAU jadikan dia Gurun,,
Maka ku tak ingin menjadi Hujan yang basahkan…
Jika kau jadikan dia Api,,
maka aku tak ingin menjadi Air yang padamkan…
Dan ketika ku tau dialah Butiran Salju,,
aku bersumpah tak ingin menjadi hangat dan cairkan.
Dan saat kutau dialah Sinar Pelangi di langitku,,
Aku takkan pernah menjadi Malam yang gelapkan…
Apa dan bagaimana adanya,, 
Dia lah raga dan jiwa yang memaknai aku ada
satu nama, satu jiwa di semesta…
yang tak kan mampu jarak seribu samudera pisahkan makna dua manusia
Aku,,,, dan BUNDA…………
Wherever You Are,, I’ll make you Live In…
Whatever You Are,, I’ll make You Alive….

E-learning itu ....

Apa itu e-learning ??

Banyak pendapat yang mengemukakan definisi dari E-learning..

      Henderson berpendapat bahwa " e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas ". William Horton juga menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet).
       Pembelajaran dengan menggunakan media elektronik seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet. Dengan ini, mahasiswa tidak perlu belajar dengan bertatap muka dengan para dosen. Selain itu, dosen juga dapat memberikan materi yang nantinya dapat di download oleh para mahasiswa.Cara ini bisa saja lebih efektif dari pada cara belajar konvensional di ruang kelas.

Apa sih pengaruh pembelajaran e-learning terhadap mahasiswa dari sisi psikologi??
   
pengaruh terhadap mahasiswa dari sisi psikologi sangatlah besar. Hal ini dapat dilihat dari adanya motivasi, disiplin diri dan emosi..
   *Motivasi itu sendiri dapat di artikan sebagai pendorong individu untuk memulai suatu aktivitas. Dalam pembelajaran e-learning ini, mahasiswa harus memiliki motivasi yang cukup kuat dalam berusaha mendapatkan informasi dalam proses belajarnya.
   *Disiplin diri, dalam pembelajaran e-learning sesungguhnya mahasiswa telah diberikan kebebasan untuk memilih cara belajar seperti apakah yang dapat membuatnya nyaman. Namun mahasiswa juga tetap harus memperhatikan kedisiplinannya untuk mengikuti proses belajar dengan baik dan konsisten.
   *Emosi kerap kali muncul ketika mahasiswa merasakan mendapat kesulitan dalam proses pembelajaran e-learning.hal ini yang dapat menyebabkan mahasiswa merasa frustasi dengan adanya emosi negatif yang dapat mengurangi motivasi belajarnya.Akan tetapi emosi positif sangat dibutuhkan, mahasiswa harus mengadaptasikan dirinya denga proses e-learning sehingga mahasiswa akan menjadi antusias.

:)


dikutip dari : berbagai sumber